Sabtu, 02 Juni 2018

Iman kepada kitab-kitab 
ALLAH
Pengertian Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt
            Pengertian Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt. Telah menurunkan  kitab-kitab-Nya kepada para nabi atau rasul yang berisi wahyu allah untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia.  Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa ada empat kitab Allah yaitu kitab taurat diturunkan kepada nabi Musa a.s., Zabur kepada Nabi Daud a.s,, Injil kepada Nabi Isa a.s., dan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir memiliki kesitimewaan yang senantiasa terjaga keasliannya dari perubahan atau pemalsuan sebagaimana firman Allah Q.S. Al-Hijr Ayat 9 sebagai berikut:
إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ ٩
Artinya:
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.

Beriman kepada kitab-kitab Allah Swt. Merupakan rukun iman yang ketiga. Umat islam wajib percaya dan meyakini sungguh-sungguh bahwa semua kitab yan telah diturunkan Allah Swt. Kepada para rasul-nya itu benar. Baik kitab yang diturunkan kepada nabi muhammad Saw. Maupun kitab yang diturunkan sebelumnya, seperti firman Allah Swt didalam surah An-Nisa/4:136
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِن قَبۡلُۚ وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا ١٣٦

Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta Kitab yang Allah turunkan sebelumnya. barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu Telah sesat sejauh-jauhnya.

Kitab-kitab yang dimaksud didalam ayat diatas berisi peraturan-peraturan , ketentuan, perintah dan larangan yang dijadikan pedoman bagi umat manusia dalam menjalankan kehidupan agar tercapai kebahagian hidup didunia dan diakhirat. Kitab-kitab allah swt. Diturunkan pada masa yang berlainan , namun didalamnya terkandung ajaran tentang keesaan Allah Swt. Yang berbeda hanyalah dalam hal syariat yang disesuaikan dengan zaman dan keadaan umat pada masa itu.selain menurunkan kitab suci, Allah Swt. Juga menuunkan suhuf berupa lembaran-lembaran yang diturunkan kepda rasul seperti nabi ibrahim a.s dan Nabi Musa a.s firman Allah Swt. (Q.S al-A’Ala/87:19)
صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ ١٩
Artinya:
(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa

Terdapat persamaan dan perbedaan antara kitab dan suhuf. Persamaan kitab dan suhuf yaitu sama-sama wahyu dari Allah, sedangkan perbedaanya yaitu isi kitab lebih lengkap dari pada isi suhuf serta kitab dibukukan sementara suhuf tidak dibukukan.kitab-kitab Allah berfungsi menuntun manusia dalam meyakini Allah Swt. Dan apa yang telah diturunkan kepada rasul-rasulnya sebagaimana digambarkan alam frman Allah Swt.
(Q.S al-Baqarah/2:136)
قُولُوٓاْ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡنَا وَمَآ أُنزِلَ إِلَىٰٓ إِبۡرَٰهِ‍ۧمَ وَإِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوبَ وَٱلۡأَسۡبَاطِ وَمَآ أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَآ أُوتِيَ ٱلنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمۡ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدٖ مِّنۡهُمۡ وَنَحۡنُ لَهُۥ مُسۡلِمُونَ ١٣٦
Artinya:
Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami Hanya tunduk patuh kepada-Nya”

2.2       Nama-Nama Kitab Allah Swt
2.2.1    Kitab Taurat
Kata taurat berasal dari bahasa Ibrani, yaitu “thora” yang berarti instruksi. Kitab Taurat adalah salah satu diantara kitab-kitab Allah. Kitab suci ini diwahyukan Allah Swt. Kepada Nabi Musa as. Nabi Musa as.  Menerima Kitab Taurat untuk menjadi petunjuk dan bimbingan baginya beserta Bani Israil.
Taurat merupakan salah satu dari tiga komponen, yaitu Thora, Nabin, dan Khetubin yang terdapat dalam kitab suci agama Yahudi yang disebut Biblia (al-Kitab), yang belakangan oleh orang-orang Kristen disebut Old Testament (Perjanjian Lama).
Isi pokok Kitab Taurat dikenal dengan Sepuluh Hukum (Ten Commandements) atau berarti juga Sepuluh Firman yang diterima Nabi Musa as. diatas Bukit Tursina (Gunung Sinai). Sepuluh Hukum tersebut berisi azas-azas keyakinan (aqidah) dan asas-asas kebaktian (syari’ah) sebagai berikut :
  • Hormati dan cintai Allah satu saja.
  • Sebutkan nama Allah dengan hormat.
  • Kuduskan hari Tuhan (hari ke-7 atau hari Sabtu).
  • Hormati ibu bapakmu.
  • Jangan membunuh.
  • Jangan berbuat cabul.
  • Jangan mencuri.
  • Jangan berdusta.
  • Jangan ingin berbuat cabul.
  • Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal.

Firman Allah dalam Q. S. Al.Maidah Ayat 44
إِنَّآ أَنزَلۡنَا ٱلتَّوۡرَىٰةَ فِيهَا هُدٗى وَنُورٞۚ يَحۡكُمُ بِهَا ٱلنَّبِيُّونَ ٱلَّذِينَ أَسۡلَمُواْ لِلَّذِينَ هَادُواْ وَٱلرَّبَّٰنِيُّونَ وَٱلۡأَحۡبَارُ بِمَا ٱسۡتُحۡفِظُواْ مِن كِتَٰبِ ٱللَّهِ وَكَانُواْ عَلَيۡهِ شُهَدَآءَۚ فَلَا تَخۡشَوُاْ ٱلنَّاسَ وَٱخۡشَوۡنِ وَلَا تَشۡتَرُواْ بِ‍َٔايَٰتِي ثَمَنٗا قَلِيلٗاۚ وَمَن لَّمۡ يَحۡكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ٤٤
  1. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir


  • Kitab Zabur
Kata zabur (bentuk jamaknya zubur) berasal dari zabara-yazburu-zabr yang artinya menulis. Makna aslinya adalah kitab yang tertulis. Zabur dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan mazmur (jamaknya mazamir), dan dalam bahasa Ibrani disebut mizmar, yakni nyanyian rohani yang dianggap suci. Sebagian ulama menyebutnya Mazmur, yaitu salah satu kitab suci yang diturunkan sebelum al-Qur’an (selain Taurat dan Injil).
Dalam bahasa Ibrani, istilah zabur berasal dari kata zimra, yang berarti “lagu atau musik”, zamir (lagu) dan mizmor (mazmur), merupakan pengembangan dari kata zamar yang berarti “nyanyi, nyanyian pujian”. Zabur adalah kitab suci yang diturunkan Allah Swt. Kepada kaum Bani Israil melalui utusan-Nya, yaitu Nabi Daud as.
Kitab Zabur berisi tentang nasehat, puji-pujian kepada Allah, hikmah, zikir, doa, dan seruan Allah swt. agar orang-orang Yahudi mentaati syariat yang telah diajarkan Nabi Musa a.s.
Kitab Zabur yang merupakan salah satu dari kitab-kitab Allah ini mengandung kumpulan ayat-ayat yang dianggap suci. Terdapat 150 surah dalam Kitab Zabur yang tidak mengandung hukum-hukum, tetapi hanya berisi nasihat-nasihat, pujian, hikmah, dan sanjungan kepada Allah Swt.
Secara garis besar, nyanyian rohani yang disenandungkan oleh Nabi Daud as. Dalam Kitab Zabur terdiri atas lima macam:
  • Nyanyian untuk memuji Tuhan (liturgi).
  • Nyanyian perorangan sebagai ucapan syukur.
  • Ratapan-ratapan jamaah.
  • Ratapan dan doa individu.
  • Nyanyian untuk raja.



Firman Allah SWT Q.S Al-Isra Ayat 55
وَرَبُّكَ أَعۡلَمُ بِمَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ وَلَقَدۡ فَضَّلۡنَا بَعۡضَ ٱلنَّبِيِّ‍ۧنَ عَلَىٰ بَعۡضٖۖ وَءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ زَبُورٗا ٥٥
  1. Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud

  • Kitab Injil
Kitab Injil diwahyukan oleh Allah Swt. Kepada Nabi Isa as. Kitab Injil yang asli memuat keterangan-keterangan yang benar dan nyata, yaitu perintah-perintah Allah Swt. agar manusia mengesakan dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Ada pula penjelasan, bahwa di dalam Kitab Injil terdapat keterangan bahwa di akhir zaman akan lahir nabi yang terakhir dan penutup para nabi dan rasul, yaitu bernama Ahmad atau Muhammad saw.
Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa as. Sebagai petunjuk dan cahaya penerang bagi manusia. Kitab Injil sebagai mana dijelaskan dalam al-Qur’ān, bahwa Isa as. Untuk mengajarkan tauhid kepada umatnya atau pengikutnya. Tauhid di sini artinya meng-esa-kan Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Penjelasan ini tertulis dalam Q.S. al-Ḥad³d /57: 27.
فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۢ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ٢٧
  1. Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta”
Hanya saja Injil pun senasib dengan Taurat ,yakni sudah mengalami perubahan dan penggantian yang dilakukan oleh tangan manusia. Kitab Injil yang sekarang memuat tulisan dan catatan perihal kehidupan atau sejarah hidupnya Nabi Isa as.
Kitab ini ditulis menurut versi penulisnya, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yahya (Yohana). Mereka adalah bukan dari orang-orang yang dekat dengan masa hidupnya Nabi Isa as. Sejarah mencatat sebenarnya masih ada lagi Kitab Injil versi Barnaba. Isi dari Injil Barnaba ini sangat berbeda dengan isi Kitab Injil empat macam yang tersebut di atas.
Firman Allah Q.S. Al-Ma’idah ayat 46
وَقَفَّيۡنَا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم بِعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَ مُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ مِنَ ٱلتَّوۡرَىٰةِۖ وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡإِنجِيلَ فِيهِ هُدٗى وَنُورٞ وَمُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ مِنَ ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَهُدٗى وَمَوۡعِظَةٗ لِّلۡمُتَّقِينَ ٤٦
  1. Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa

2.2.4    Kitab Al-Qur’an

Al-Qur’an diturunkan Allah Swt. Kepada Nabi Muhammad saw. Melalui Malaikat Jibril. Al-Qur’ān diturunkan tidak sekaligus, melainkan secara berangsur -angsur.Waktuturun al-Qur’ān selama kurang lebih 23 tahun atau tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hari.Terdiriatas 30 juz, 114 surat, 6.236 ayat, 74.437 kalimat, dan 325.345 huruf.
Wahyu pertama adalah surah al-‘Alaq ayat 1-5, diturunkan pada malam 17 Ramaḍan tahun 610 M. di Gua Hira, ketika Nabi Muhammad saw. Sedang ber-khalwat. Dengan diterimanya wahyu pertama ini, Nabi Muhammad saw. diangkat sebagai Rasul, yaitu manusia pilihan Allah Swt. yang diberi wahyu untuk disampaikan kepada umatnya. Mulai saat itu, Rasulullah saw. diberi tugas oleh Allah Swt. Untuk menyampaikan risalah-Nya kepada seluruh umat manusia.
Wahyu yang terakhir turun adalah Q.S. al-Māidah ayat 3. Ayat tersebut turun pada tanggal 9 Ḍulhijjah tahun 10 Hijriyah di Padang Arafah, ketika itu beliau sedang menunaikan haji wada’ (haji perpisahan). Beberapa hari sesudah menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad saw. wafat.
Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. menghapus  sebagian syariat yang tertera dalam kitab-kitab terdahulu dan melengkapinya dengan tuntunan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Al-Qur’an merupakan kitab suci terlengkap dan berlaku bagi semua umat manusia sampai akhir zaman. Oleh karena itu, sebagai muslim, kita tidak perlu meragukannya sama sekali.
Firman Allah Q.S. As-Syu’ara: 192-196
وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٩٢ نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ١٩٣  عَلَىٰ قَلۡبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ١٩٤ بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ١٩٥  وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٩٦
Artinya:
“Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril). Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan. Dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu.

2.3       Perilaku Beriman Kepada Kitab Allah Swt.
Perilaku mencerminkan keimanan kepada kitab Allah Swt. berkaitan erat dengan sikap mental, pikiran, dan perasaan. Oleh sebab itu, seorang yang beriman atau tidak tahu persis hanyalah Allah Swt. akan tetapi sebagai muslim , tentu dapat membuktikan dan mewujudkan keimanannya dengan sikap prilaku dalam kehidupan sehari-hari. Prilaku orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah Swt. dapat dicerminkan dalam beberapa hal berikut.
  • Berusaha untuk selalu beramal dengan tuntunan kitab Allah Swt. maksudnya, dengan selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam situasi apa pun yang selalu dialami setiap oraang dalam hidupnya
  • Memahami makna isi kandungan kitab Allah untuk mempertebal keimanan kepada Allah Swt. karena banyak hal dalam kehidupan yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan dan akal manusia, maka kitab-kitab Allah mampu menjawab permasalahan-permaslahan yang berkaitan dengan kehidupan manusia, baik yang tampak maupun yang ghaib.
  • Mengikuti sunnah nabi muhammad Saw. Dengan meyakini kitab-kitab Allah Swt maka akan percaya terhdap kebenaran Al-Qur’an dana ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw.
  • Menggali ilmu pengetahuan yang terkandung didalamnya. Didalm kitab-kitab Allah, disamping berisi tentang perintah dan alarangan Allah, juga menjelaskan tentang pokok-pokok ilmu pengetahuan untuk mendorong manusia mengembangkan dan memperluas wawasan sesuai dengan perkembangan zaman
  • Bersikap toleran terhadap agama lain. Dengan beriman kepada kitab-kitab Allah maka umat islam akan selalu menghormati dan menghargai orang lain. Hal ini sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Bagi orang yang senantiasa berpegang teguh pada ketentuan Allah, maka beradaptasi dengan kehidupan masyarakat tidakklahh sulit. Didalam Al-qur’an ada perintah yang mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang baik dalam bermasyarkat.
  • Hikmah Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt
Ada Banyak hikmah dalam mengaimani kitab-kitab Allah Swt, di antaranya sebagai berikut.
  • Meningkatkan keimanan kepada Allah swt yang telah mengutus para rasul untuk menyampaikan risalahnya.
  • Hidup manusia menjadi tertata karena adanya hukum yang bersumber pada kitab suci.
  • Termotivasi untuk beribadah dan menjalankan kewajiban-kewajiban agama, seperti yang tertuang dalam kitab suci
  • Menumbuhkan sikap optimis karena telah dikaruniai pedoman hidup dari Allah untuk meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat.
  • Terjaga ketakwaannya dengan selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.
  • Beriman kepada kitab Allah menjadikan kita yakin bahwa Allah tidak akan membiarkan umatnya hidup di dunia tanpa arah.
  • Untuk mencegah dan mengatasi peerselisihan pendapat meskipun berbeda tetap diperbolehkan.
 2.5      Pengertian Nabi Dan Rasul
Beriman kepada rasul-rasul Allah artinya mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt. Telah memilih dan mengutus beberapa orang pilihan sebagai rasulnya. Kepada mereka diturunkan wahyu supaya disampaikan kepada umatnya.
Kata “nabi” secara etomologi (menurut bahasa) berasal dari bahasa arab yaitu dari kata “naba’a” yang berarti “pemberitahuan yang besar faedahnya.” Pengertian nabi menurut istilah adalah manusia yang dipilih Allah SWT. Untuk menerima wahyu berkenaan dengan syariat agama.
Pengertian kata “rasul” secara etomologi (menurut bahasa) berasal dari bahasa arab yaitu dari kata “rasuluhun” yang berarti “utusan”. Pengertian rasul menurut istilah adalah seorang yang menerima wahyu dari Allah SWT. Berkenaan dengan syariat agama dan ditugaskan untuk menyampaikannnya kepada banyak orang. Seorang rasul pasti seorang nabi, namun tidak setiap nabi itu seorang rasul. Berdasrkan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad bahwa jumlah nabi 124 ribu dan jumlah rasul sebanyak 315. Rasul yang disebutkan dalam Al-qur’an berjumlah 25.
Rasul adalah manusia terbaik yang dipilih Allah Swt. Untuk menyampaikan risalah kepada umat manusia akan tetapi, berlaku juga kepada mereka sifat-sifat kemanusian, seperti makan, minum, tidur, sehat, sakit, hidup dan meninggal. Iman kepada rasul-rasul Allah adalah rukun iman keempat. Jadi, seorang tidak dikatakan beriman jika tidak mempercayai rasul-rasul Allah Swt.
Firman Allah Swt. Dalam surah An-nisa Ayat 136
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِن قَبۡلُۚ وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا ١٣٦


Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta Kitab yang Allah turunkan sebelumnya. barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu Telah sesat sejauh-jauhnya.

Didalam surah An-nahl ayat 36 dijelaskan,
وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَيۡهِ ٱلضَّلَٰلَةُۚ فَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٣٦
Artinya:
Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang Telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
Perbedaan antara nabi dan rasul diantaranya adalah sebagai berikut.
  • Nabi diberi wahyu berupa syariat tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan kepada yang lain.
  • Rasul diutus dengan membawa syariat baru sedangkan nabi menguatkan/melanjutkan syariat dari rasul sebelumnya.




  • Nama, Sifat, dan Fungsi Rasul Allah
    • Nama-Nama rasul
Jumlah rasul yang diberikan didalam al-qur’an ada 25 orang. Delapan belas nama diantara mereka disebutkan dalam surah Al-An’am 83-86 dan selebihnya disebutkan dalam surah-surah yang lain. Dua puluh lima rasul tersebut adalah Adam a.s,. Idris a.s,. Nuh a.s., Hud a.s., Saleh a.s., Ibrahim a.s., Luth a.s., Ismail a.s., Ishak a.s., Yaqub a.s., Yusuf a.s., Ayyub a.s., Zulkifli a.s., Syu’aib a.s., Yunus a.s., Musa a.s., Harun a.s., Ilyas a.s., Ilyasa a.s., Daud a.s., Sulaiman a.s., Zakaria a.s., Yahya a.s., Isa a.s., Muhammad Saw
Dari ke-25 orang rasul tersebut terdapat 5 orang yang disebut ulu Azmi, yaitu rasul pilihan yang memiliki keteguhan hati dan ketabahan yang kuar biasa. Mereka gigih dalam perjuangan  dan sangat sabar menerima berbagai cobaan. Allah Swt berfirman.
  • Sifat-sifat Rasul
Para rasul merupakan manusia pilihan yang istimewa dengan fitrah dan kpribadian serta sifat-sifatnya yang khas. Seluruh rasul memiliki sifat-sifat terpuji yang harus dimiliki rasul yang disebut sifat wajib rasul, sedangkan sifat-sifat tercela yang tidak mungkin ada pada diri rasul disebut sifat mustahil para rasul. Selain itu, para rasul juga mempunyai sifat atau yang disebut dengan al-a’radu al-basyariyah  yaitu sifat-sifat kemanusian. Akan tetapi, sifat kemanusiaan tersebut tidak dapat mendatangkan kekurangan yang dapat mengurangi derajat para rasul. Empat sifat wajib rasul adalah sebagai berikut:
  • Siddiq artinya benar. Setiap rasul pasti jujur dalam ucapan dan perbuatannya. Apapun yang disampaikan kepada manusia baik berupa wahyu atau kabar harus sesuai dengan apa yang telah diterima dari Allah, tidak boleh dilebihkan atau dikurangkan apa yang disampaikan kepada manusia pasti benar adanya, karena memang bersumber dari allah. Seiap rasul pasti jujur dalam pengakuan rasulnya. Kita sebagai manusia harus yakin dan ber’itikad bahwa semua yang datang dari rasul baik perkataan atau perbuatan adalah benar dan hak (lihat maryam/19:41, an-najm/53:4)
  • Amanah artinya terpercaya. Amanah berarti bisa dipercaya baik lahir atau batin. Setiap rasul dapat dipercaya dalam setiap ucapan dan perbuatannya. Para rasul akan terjaga secara lahir atau batin dari perbuatan yang dilarang dalam agama, begitu pula hal yang melanggar etila (lihat Q.S Al-a’raf/7:68. Asy syua’ara/26:106-107)
  • Tabligh artinya menyampaikan sudah menjadi kewajiban para rasul untuk menyampaikan kepada manusia apa yang diterima Allah yang berupa wahyu yang didalamnya menyangkut hukum-hukum agama. Jika allah memerintahkan para rasul untuk menyampaikan wahyu kepada manusia, maka wajib bagi manusia untuk menerima apa yang telah disampaikan dengan keyakianan kuat sebagai berikut atau saksi akan kebenaran wahyu itu (lihat QS Al-jin/72:28, al-maidah/5:67, as-sua’ara/42:48)
  • Fatonah artinya cerdas dalam menyampaikan risalaha Allah, tentu dibutuhkan kemampuan, diplomasi, dan strategi khusus agar wahyu Allah dan rialah yang disampaiakan bisa diterima dengan baik oleh manusia. Oleh karena itu, seorang rasul wajib memiliki sifat cerdas. Kecerdasan iii sangat berfungsi terutama dalam menghadapi orang-orang yang membangkang dan menolak ajaran islam.
Kebaikan dari sifat jaiz bagi rasul adalah rasul memiliki sifat yang pada umumnya dimilki oleh manusia. Sifat-sifat umum manusia diantaranya adalah perlu makan, minum, lapar, haus, tidur, mencari nafkah, berumah tangga, dan ini tidak sampai merendahkan martabat kerasulan mereka (lihat QS al-furqan/25:20)
Diantara rasul allah terdapat beberapa nama yang disebutkan dalam al-qur’an karena sifat-sifatnya yang mulia. Mereka antara lain adalah sebagai berikut.
Ibrahim, bersifat penyantun, pengiba, suak bertobat kepada Allah, dan sangat membenarkan. Semua hal yang gaib datang dari Allah (lihat QS Hud/11:75 dan maryam/19:41)
Nuh adalah rasul yang rajin bersyukur (lihat al-isra/17:3
Zakaria adalah rasul yang berdoa dengan suara lembut (lihat QS Maryam/19:3)
yahya adalah rasul yang diberi hikmah sewaktu kecil, memiliki rasa belas kasih dan kesucian, bertaqwa, berbakti  kepada oran tua, tidak sopan, dan tidak durhaka (QS maryam/19:12-14)
Ismail adalah rasul yang sngat benar janjinya (QS Maryam/19:56)
Idris adalah rasul yang sangat mencintai kebenaran (maryam/19:56)
ayyub adalah rasul yang sabar dan bertaqwa (QS sad/38:43-44)
para rasul juga mempunyai mukjizat untuk membuktikan kebenaran atau senjata untuk menantang menghadapi musuh yang menantang dan tidak tidak mau menerima ajaran yang dibawanya. Mukjizat adalah suatu keadaan atau kejadian luar baisa yang dialami ataau dialakukan para nabi atau rasul atas izin yang diberikan kepada Allah SWT.
  • Fungsi Rasul Allah
fungsi utama rasul adalah menyampaikan risalah allah untuk menegakkan kebenaran dan menjauhkan manusia dari kesesatan fungsi rasul yang lain diaantaranya sebagai berikut.
  • Menceritakan ayat-ayat allah.
  • Menjelaskan agama dengan terang atau menggunakan bahasa kaumnya.
  • Membawa kebenaran, berita, dan peringatan.
  • Memberi peringatan yang jelas.
  • Menyuruh untuk menyembah allah dan bertaqwa.
  • Menganjurkan manusia beriman agar tidak mengutulsukan para rasul dan selalu bersikap rajin untuk mempelajari dan mengajarkan al-qur’an.
  • Membacakan ayat-ayat Nya sebelum Allah memberi azab bagi manusia yang melakukan kezhaliman.
  • Memberikan keputusan diantara manusia dengan adil dan tidak anaiya.
  • Menyurukan pada umat agar menyembah allah dan menjauhi tagut

  • Ajaran Para Rasul
Ibnu katsir mengatakan bahwa Allah mengutus seorang rasul untuk setiap manusia untuk setiap umat disetiap generasi dan golongan. Mereka menyeru umatnya untuk beribadah kepada Allah Swt dan melarang untuk beribadah kepada selain-Nya. Titik temu antara ajaran agama yang dibawah oleh setiap nabi dari yang pertama (nabi adam a.s) hingga nabi Muhammad saw. Diaantaranya adalah sebagai berikut
  • Ajaran tauhid (lihat QS an-nahl/16:36. Al-maidah/5:49)
  • Menuntun manusia untuk berakhlak mulia
  • Semua agama yang dibawah para rasul mengajarkan kejujuran,amanah, kebaikan, dan kebersihan. Akhlak inilah yang seharusnya menjadi motivasi untuk mengambil langkah penyelesaian pada problem-problem kemanusian modern
  • Ajaran para rasul tidak ada pemaksaan dalam beragama/berkeyakinan
  • Para nabi dan rasul tidak yahudi dan nasrani tetapi mereka adalah muslim yang tuunduk pada semua hukum Allah sw. Hal ini menunjukkan bahwa agama mereka adalah Islam

  • Sikap Dan Prilaku Yang Mencerminkan Iman Kepada Rasul-Rasul Allah Swt
Sikap dan prilaku yang mencerminkan kepada rasul-rasul Allah Swt. dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah sebagai berikut
  • Istiqamah dalam menjalankan syariat Agama.
  • Tabah dan sabar dalam menghadapi musbah.
  • Selalu optimis dan tidak pernah putus asa
  • Peduli terhadap kaum dhu’afa.
  • Melaksanakan seruan rasul untuk beribadah hanya kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala sikap dan prilaku syirik.
  • Mengakui kebesaran Allah swt. baik dalam sifat-sifatNya dan segala yang berkaaitan dengan masalah ketuhanan
  • Menjelaskan aturan-aturan tentang kehidupan manusia sebagaiman yang telah dijelaskan oleh para rasul
  • Menjaga amanah yang telah diberikan kepada Allah kepada manusia, terutama dalam hal beribadah kepada Nya
  • Memiliki sifat tolong menolong dalam kebaikan dan menjauhi sikap anaiya.
  • Melakukan usaha untuk meningkatkan kualitas hidup agar meningkat kederajat yang tinggi.
Sumber : https://syamsul671.wordpress.com/iman-kepada-kitab-dan-rasul-allah-swt/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar